Padang, Sumbar — Pelaksanaan rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Sumatera Barat kembali mendapat apresiasi dari kalangan masyarakat sipil. Aliansi Jurnalis Anti Korupsi (AJAK) menilai proses seleksi yang digelar Polda Sumbar menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip BETAH yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Umum AJAK, Soni, S.H., M.H., M.Ling., usai meninjau langsung pelaksanaan ujian Computer Assisted Test (CAT) penerimaan Bintara Polri di Gedung Micro Teaching Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Padang beberapa waktu lalu.
Menurutnya, proses seleksi di Polda Sumbar berlangsung terbuka dengan pengawasan ketat dari tim internal maupun eksternal guna memastikan seluruh tahapan berjalan objektif dan bebas dari praktik kecurangan.
“Pengawasan dilakukan sangat ketat. Kami melihat langsung bagaimana seluruh proses seleksi berjalan transparan dan profesional. Ini menjadi bukti bahwa rekrutmen Polri di Polda Sumbar benar-benar dijaga agar bersih dari praktik curang maupun titipan, ” ujar Soni.
Ia menegaskan, AJAK mendukung langkah tegas Polda Sumbar dalam menjaga integritas proses penerimaan anggota Polri demi melahirkan personel yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.A.P., menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai prinsip BETAH yang menjadi pedoman nasional dalam proses rekrutmen Polri.
Menurutnya, prinsip tersebut diterapkan secara konsisten mulai dari tahap administrasi, pemeriksaan kesehatan, psikologi, akademik hingga ujian CAT berbasis komputer.
“Polda Sumbar memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak ada ruang bagi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam proses penerimaan anggota Polri, ” tegas Kombes Pol Susmelawati dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, prinsip “Bersih” berarti seluruh proses seleksi bebas dari praktik manipulasi maupun intervensi pihak tertentu. “Transparan” diwujudkan melalui sistem penilaian terbuka yang dapat dipantau langsung peserta dan pengawas eksternal.
Sementara prinsip “Akuntabel” memastikan seluruh hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun sistem data. Adapun prinsip “Humanis” diterapkan melalui pelayanan yang profesional serta pendekatan yang mengedepankan etika kepada seluruh peserta seleksi.
Polda Sumbar juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu karena seluruh proses seleksi dilaksanakan murni berdasarkan kemampuan dan hasil peserta.
Pelaksanaan rekrutmen yang transparan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri sekaligus mencetak sumber daya manusia kepolisian yang unggul dan berintegritas di masa depan.
(Berry)

Dina Syafitri