Padang, Sumbar — Pergantian pucuk pimpinan di Polda Sumatera Barat mendapat perhatian berbagai elemen masyarakat. Dewan Pimpinan Wilayah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN) Sumbar menyampaikan dukungan dan harapan terhadap kepemimpinan baru Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Mutasi jabatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026, yang menetapkan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy sebagai Kapolda Sumbar menggantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta yang mendapat penugasan baru sebagai Pati Lemdiklat Polri.
Ketua DPW ARUN Sumbar, Mevrizal, SH, MH, mengatakan kehadiran Irjen Djati di Ranah Minang diharapkan mampu memperkuat stabilitas keamanan serta menghadirkan penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy di Sumatera Barat. Kami berharap beliau mampu membawa Polda Sumbar semakin profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat, ” ujar Mevrizal di Padang, Minggu (11/5/2026).
Menurutnya, pengalaman Irjen Djati di bidang intelijen menjadi modal penting dalam membaca dinamika sosial, politik, dan keamanan di Sumatera Barat yang memiliki karakter budaya dan adat yang kuat.
ARUN Sumbar menilai pendekatan keamanan di Sumbar tidak cukup hanya mengedepankan penegakan hukum, namun juga membutuhkan sensitivitas sosial dan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Minangkabau.
Karena itu, organisasi tersebut berharap kepemimpinan baru Polda Sumbar dapat memperkuat sinergi dengan tokoh adat, ulama, akademisi, pemuda, dan elemen masyarakat sipil lainnya.
“Kami berharap kepemimpinan beliau mampu mengedepankan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam membangun pendekatan hukum yang humanis dan berkeadilan, ” katanya.
Selain itu, ARUN Sumbar juga mendorong peningkatan transparansi dan profesionalisme aparat kepolisian dalam menangani berbagai persoalan hukum di tengah masyarakat.
Menurut Mevrizal, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Oleh sebab itu, masyarakat membutuhkan aparat penegak hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga mampu memberikan rasa keadilan tanpa diskriminasi.
ARUN Sumbar juga menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Polda Sumbar dalam mendukung edukasi hukum, advokasi masyarakat, hingga penguatan stabilitas sosial di daerah.
“Kami siap bersinergi dan mendukung langkah positif Polda Sumbar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kolaborasi antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum harus terus diperkuat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif, ” ujarnya.
Pergantian pimpinan di tubuh Polri sendiri disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan penguatan kelembagaan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, berbagai pihak berharap Polda Sumbar semakin responsif, profesional, dan mampu memperkuat hubungan kemitraan dengan masyarakat dalam menjaga keamanan serta penegakan hukum yang berkeadilan di Sumatera Barat.
(Berry)

Dina Syafitri