Sinergitas TNI-Polri, Kapolda Sumbar Bekali Pasis Sesko TNI Terkait Penanganan Bencana Terintegrasi Berbasis Satu Data Kolaboratif

    Sinergitas TNI-Polri, Kapolda Sumbar Bekali Pasis Sesko TNI Terkait Penanganan Bencana Terintegrasi Berbasis Satu Data Kolaboratif

     Padang, Sumbar — Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler LV Sesko TNI terkait pentingnya penanganan bencana secara terintegrasi, berbasis satu data, dan kolaboratif.

    Pembekalan tersebut digelar di Ruang Hoegeng, Lantai IV Mapolda Sumbar, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergitas TNI-Polri dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam, khususnya di wilayah Sumatera Barat.

    Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan sistem manajemen yang jelas, komando yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor agar proses mitigasi, evakuasi, identifikasi korban, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan efektif.

    “Penanganan bencana tidak boleh dianggap biasa. Harus ada sistem, manajemen, dan komando yang jelas karena yang utama adalah penyelamatan nyawa masyarakat, ” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.

    Kapolda menjelaskan, Sumatera Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup kompleks. Kondisi geografis Sumbar yang memiliki laut, pantai, gunung, danau, lembah, serta kawasan perbukitan membuat daerah ini rawan terhadap gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api, banjir bandang, longsor, hingga galodo.

    Di hadapan para Pasis Sesko TNI, Irjen Pol. Gatot juga membagikan pengalamannya dalam sejumlah operasi kemanusiaan, termasuk saat terlibat dalam penanganan tsunami Aceh 2004. Dari pengalaman tersebut, ia menekankan bahwa kesiapan personel, logistik, SOP, serta kecepatan koordinasi menjadi faktor penting dalam menyelamatkan masyarakat saat bencana terjadi.

    Kapolda kemudian menyinggung penanganan banjir bandang dan galodo yang melanda sejumlah wilayah Sumbar pada akhir November 2025. Bencana tersebut berdampak pada beberapa daerah, di antaranya Padang, Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Agam.

    Menurutnya, saat itu tantangan di lapangan sangat berat karena jalur logistik utama terputus. Kondisi tersebut membuat akses Sitinjau Lauik menjadi salah satu jalur utama operasional, sehingga menimbulkan kepadatan panjang dan menghambat distribusi bantuan.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Polda Sumbar menginisiasi pembentukan Command Center berbasis satu data. Sistem ini digunakan untuk mengintegrasikan informasi korban, kebutuhan logistik, lokasi pengungsian, distribusi bantuan, hingga proses identifikasi korban.

    “Kami membangun Command Center. Sinergi dan kolaborasi semua pihak melalui pola pentaheliks harus berjalan sejak perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai pemulihan. Data korban harus terintegrasi dengan DVI agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi, ” tegas Kapolda.

    Irjen Pol. Gatot menekankan, dalam penanganan korban bencana, proses identifikasi harus dilakukan secara profesional melalui Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polri. Hal itu penting agar setiap korban dapat diidentifikasi secara ilmiah, medis, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada keluarga.

    Kapolda menyebut kerja cepat Tim DVI menjadi salah satu bagian krusial dalam penanganan bencana di Sumbar. Melalui koordinasi lintas Polda dan dukungan Mabes Polri, proses identifikasi korban dapat dilakukan secara maksimal meski dihadapkan pada keterbatasan fasilitas dan tingginya jumlah korban.

    Selain evakuasi dan identifikasi, Kapolda juga mengingatkan bahwa penanggulangan bencana tidak berhenti setelah masa tanggap darurat selesai. Pemulihan masyarakat terdampak harus tetap menjadi perhatian, mulai dari kebutuhan pangan, hunian sementara, pengamanan distribusi bantuan, hingga pemulihan psikologis melalui trauma healing.

    “Ngurus bencana itu tidak hanya pada saat kejadian. Sampai tahap akhir pun harus kita pikirkan agar masyarakat terdampak bisa kembali mendapatkan kehidupan yang layak, ” kata Kapolda.

    Dalam pembekalan tersebut, Kapolda menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri merupakan kekuatan penting dalam menghadapi situasi darurat. TNI dan Polri, kata dia, harus mampu bergerak cepat, terkoordinasi, dan hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada masyarakat.

    Polda Sumbar berharap pembekalan ini dapat menjadi referensi bagi para Pasis Dikreg LV Sesko TNI dalam memperkuat pola penanganan bencana yang lebih modern, terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

    (Berry)

    sinergitas tni polri kapolda sumbar humas sesko pasis bencana alam pembekalan
    Dina Syafitri

    Dina Syafitri

    Artikel Sebelumnya

    Rekrutmen Polri 2026, Polda Sumbar Tekankan...

    Artikel Berikutnya

    Besok Siang Gebyar Bank Nagari Dimulai di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Razia Miras, Satreskrim Polres Solok Kota Sita Ratusan Botol Minuman Beralkohol
    Peduli Kesehatan Masyarakat, Kapolres Pasaman Bersama Forkopimda Turun ke Jalan Bagikan Masker Kepada Masyarakat Di Kota Lubuk Sikaping
    Doa Bersama HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Polda Sumbar Perkuat Semangat Pengabdian
    Kapolsek Lima Kaum, Polres Tanahdatar Jadi Narasumber di UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Ingatkan Mahasiswa Jauhi Narkoba dan Junjung Adat Minangkabau
    Polres Padang Pariaman Dukung Peresmian Satgas SIGAP, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

    Ikuti Kami