Agam, Sumbar — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, seorang personel Polres Agam, Sumatera Barat, Aipda Codi Ibrahim, menjadi sorotan setelah sukses merawat sapi kurban jumbo jenis Brahman bernama “Bromo” dengan bobot mencapai 1, 2 ton.
Sapi berukuran raksasa itu kini menjadi perhatian warga di kawasan Sangkir, Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam. Bahkan, Bromo disebut sempat masuk nominasi hewan kurban untuk Presiden Republik Indonesia sebelum akhirnya kalah seleksi. Saat ini, sapi tersebut tercatat berada di peringkat tiga sapi terberat di wilayah setempat menjelang Idul Adha tahun ini.
Di kandang peternakannya, puluhan warga tampak datang silih berganti untuk melihat langsung kondisi sapi jumbo tersebut. Selain Bromo, sebanyak 36 ekor sapi kurban lainnya juga disiapkan untuk memenuhi permintaan masyarakat pada momentum Idul Adha 2026.
Aipda Codi Ibrahim mengatakan Bromo telah dipelihara secara intensif selama sekitar satu tahun enam bulan setelah dibeli dari peternak di kawasan Bandar Tani pada November 2024.
“Perawatan sapi sebesar ini harus benar-benar maksimal, mulai dari pola makan, kebersihan kandang hingga kesehatan ternak harus dijaga setiap hari, ” ujar Codi.
Untuk menjaga kondisi tubuh dan meningkatkan bobot sapi, Bromo rutin diberikan pakan bergizi seperti ampas tahu, sayuran hijau, rumput pilihan, serta pelet khusus ternak.
Menurutnya, pemberian pakan dilakukan secara teratur dan terukur agar pertumbuhan sapi tetap optimal hingga menjelang hari penyembelihan.
“Selain pakan, sapi juga rutin dimandikan dan dicek kesehatannya. Kami ingin memastikan hewan kurban yang dijual benar-benar sehat dan layak, ” katanya.
Codi menuturkan meningkatnya minat masyarakat terhadap hewan kurban berukuran besar menjadi motivasi tersendiri bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka.
Ia menyebut sapi dengan bobot jumbo seperti Bromo memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dihargai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kondisi dan berat ternak.
Kehadiran Bromo tidak hanya menjadi simbol kesiapan berkurban menjelang Idul Adha, tetapi juga memberi dampak positif terhadap geliat ekonomi peternak lokal di Kabupaten Agam.
Di balik tugasnya sebagai anggota Polri, Codi mengaku usaha peternakan menjadi bentuk pengabdian lain untuk membantu masyarakat dan menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Semangat berkurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga bagaimana kita bisa membantu peternak lokal dan memberi manfaat bagi masyarakat luas, ” ucapnya.
Ia berharap seluruh hewan kurban yang dipelihara dapat terjual pada Idul Adha tahun ini dan membawa keberkahan bagi pembeli maupun masyarakat penerima kurban.
Kisah Aipda Codi Ibrahim merawat sapi jumbo di tengah kesibukannya sebagai anggota kepolisian pun menjadi inspirasi tersendiri bagi masyarakat, bahwa anggota Polri juga dapat berkontribusi dalam sektor peternakan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
(Berry)

Dina Syafitri