Pasaman, Sumbar— Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus digencarkan hingga tingkat nagari. Di Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan kosong menjadi area produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di Kampuang Sianok, Jorong Kampuang Tampang, Nagari Ganggo Mudiak, dengan pendekatan humanis melalui dialog langsung bersama warga.
Dalam sosialisasi itu, masyarakat didorong menanam berbagai tanaman produktif dan apotek hidup sebagai bagian dari dukungan terhadap program Asta Cita Presiden RI di bidang kemandirian pangan.
“Kami ingin masyarakat memanfaatkan setiap potensi yang ada, termasuk lahan tidur, agar bisa membantu kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan, ” ujar petugas di lapangan.
Selain mengedukasi soal ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Warga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi merusak lingkungan serta memicu bencana.
Petugas juga mengingatkan masyarakat agar menjauhi berbagai penyakit masyarakat, seperti judi online, pinjaman online ilegal, minuman keras, hingga aksi tawuran yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
Sementara itu, di Jorong Kampung Jambak, edukasi kepada masyarakat turut dilakukan melalui kegiatan Tiada Hari Tanpa Silaturahmi yang menyasar pengendara roda dua.
Dalam kegiatan itu, masyarakat diingatkan untuk tertib berlalu lintas, melengkapi surat kendaraan, serta tidak menggunakan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan warga.
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, sehingga aktivitas masyarakat dan ibadah warga dapat berlangsung dengan nyaman.
Petugas juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperlakukan sesama warga seperti keluarga sendiri, serta tidak mudah terprovokasi isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
(Berry)

Dina Syafitri