CAT Akademik Bintara Polri 2026 di Sumbar Diawasi Ketat, Polda Tegaskan Seleksi Transparan Tanpa Titipan

    CAT Akademik Bintara Polri 2026 di Sumbar Diawasi Ketat, Polda Tegaskan Seleksi Transparan Tanpa Titipan

     Padang, Sumbar — Polda Sumbar melalui Biro Sumber Daya Manusia menggelar hari ketiga ujian Computer Assisted Test Akademik penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 dengan pengawasan ketat dan sistem seleksi transparan, Minggu (17/5/2026).

    Pelaksanaan ujian berlangsung di Gedung Microteaching Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Padang dengan materi Penalaran Numerik. Sejak pukul 05.30 WIB, seluruh tahapan seleksi diawasi secara internal maupun eksternal guna memastikan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) berjalan maksimal.

    Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol. Anissullah M. Ridha selaku Ketua Pelaksana Panitia Daerah mengatakan, sistem CAT yang digunakan mampu meminimalisasi potensi kecurangan karena hasil ujian dapat diketahui langsung oleh peserta secara real-time setelah tes selesai.

    “Melalui sistem CAT, seluruh hasil ujian dapat diketahui secara langsung oleh peserta begitu selesai mengerjakan soal. Ini merupakan komitmen nyata Panda Polda Sumbar dalam mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis, ” ujar Anissullah.

    Ia menegaskan, proses seleksi dirancang untuk menghasilkan calon personel Polri yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era Digital Society 5.0.

    Untuk menjaga integritas pelaksanaan ujian, setiap peserta wajib melewati sejumlah tahapan pemeriksaan sebelum memasuki ruang tes. Pemeriksaan meliputi penggunaan metal detector, pencabutan nomor kursi secara acak, hingga sterilisasi barang bawaan seperti telepon genggam, jam tangan, dan tas yang harus dititipkan di luar ruangan.

    Pengawasan pelaksanaan seleksi turut melibatkan Itwasda dan Bidpropam Polda Sumbar sebagai pengawas internal, serta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sebagai pengawas eksternal.

    Berdasarkan data panitia, dari total 1.154 peserta yang terdaftar terdiri atas 928 pria dan 226 wanita, sebanyak 1.143 peserta hadir mengikuti ujian yang dibagi dalam tiga sesi. Sebanyak 11 peserta lainnya dinyatakan gugur karena tidak hadir tanpa keterangan sah.

    Pada sesi pertama, nilai tertinggi tercatat 87, 5 dengan nilai terendah 7, 5. Sementara sesi kedua mencatat nilai tertinggi 85, 0 dan terendah 7, 0. Adapun sesi ketiga menghasilkan nilai tertinggi 85, 0 dan nilai terendah 10, 0.

    Kabidhumas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengingatkan masyarakat dan keluarga peserta agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan.

    “Kami menegaskan tidak ada ruang bagi praktik calo maupun titipan dalam proses seleksi ini. Kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing. Jika ada pihak yang meminta imbalan dengan menjanjikan kelulusan, segera laporkan ke posko pengaduan yang telah disediakan, ” tegasnya.

    Polda Sumbar memastikan seluruh rangkaian seleksi penerimaan Bintara Polri 2026 akan terus dilaksanakan secara profesional, terbuka, dan akuntabel sebagai bagian dari komitmen Polri Presisi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas.

    (Berry)

    cat poldasumbar birosdm humaspoldasumbar
    Dina Syafitri

    Dina Syafitri

    Artikel Sebelumnya

    Estafet Kepemimpinan Korem 032/Wirabraja,...

    Artikel Berikutnya

    Besok Siang Gebyar Bank Nagari Dimulai di...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pemkab Solok Launching SPKPD, Kinerja Pembangunan Kini Dipantau Lebih Terukur
    Solok Go International Buka Jalan ke China-Taiwan, Wali Kota Solok Lepas Tiga Mahasiswa
    Bukittinggi Ulurkan Tangan untuk NTT: Donasi dan BKK Siap Bantu Korban Gempa
    BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN, Kasus Cath Lab Tembus 138 Ribu
    BPJS Kesehatan Minta Anggaran Rp20 Triliun Segera Cair, Tekan Cashflow Gap JKN

    Ikuti Kami