Padang, Sumbar — Sebanyak 1.160 calon Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Sumatera Barat mengikuti Uji Akademik Computer Assisted Test hari pertama yang digelar di Gedung Microteaching Pendidikan Profesi Guru Universitas Negeri Padang, Rabu (13/5/2026).
Pelaksanaan ujian berlangsung dengan pengawasan ketat dan sistem transparan sebagai bagian dari komitmen Polda Sumbar mewujudkan proses rekrutmen Polri yang bersih, akuntabel, dan profesional.
Kapolda Sumbar IrjenPol Gatot Tri Suryanta melalui Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol. Anissullah M. Ridha mengatakan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) guna memastikan proses penerimaan anggota Polri berjalan objektif tanpa praktik kecurangan.
“Seluruh proses diawasi secara ketat oleh pengawas internal maupun eksternal. Sistem CAT juga memungkinkan nilai peserta langsung muncul secara real time setelah ujian selesai, sehingga hasil benar-benar murni berdasarkan kemampuan peserta, ” ujar Kombes Pol. Anissullah M. Ridha.
Dari total 1.169 peserta yang terdaftar mengikuti ujian akademik, sebanyak 1.160 peserta hadir mengikuti tes mata pelajaran Pengetahuan Umum yang dibagi dalam tiga sesi, sementara sembilan peserta tercatat tidak hadir tanpa keterangan.
Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta menjalani pemeriksaan badan menggunakan metal detector guna memastikan tidak ada alat komunikasi maupun barang terlarang yang dibawa masuk ke area tes.
Pengawasan pelaksanaan ujian turut melibatkan Itwasda dan Bidpropam Polda Sumbar sebagai pengawas internal, serta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat sebagai pengawas eksternal.
Kabiro SDM menegaskan, Polri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.
“Melalui seleksi yang ketat dan transparan ini, kami berharap akan lahir calon anggota Polri yang memiliki kemampuan intelektual, integritas, dan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat, ” katanya.
Pada pelaksanaan hari pertama, persaingan peserta berlangsung cukup kompetitif. Nilai tertinggi di seluruh sesi tercatat mencapai skor 96, sementara nilai terendah berada pada rentang 22 hingga 34.
Selama kegiatan berlangsung, proses ujian berjalan aman, tertib, dan tanpa kendala teknis berarti. Para peserta selanjutnya akan mengikuti tahapan akademik berikutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan Panitia Pusat Mabes Polri.
Polda Sumbar memastikan seluruh tahapan rekrutmen Polri 2026 dilaksanakan secara profesional dan terbuka guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi anggota Polri.
(Berry)

Dina Syafitri