Agam, Sumbar — Di balik seragam dan jabatan yang kini melekat sebagai Kapolsek Ampek Nagari, IPTU Muhammad Basir SH MH tetap dikenal masyarakat sebagai sosok sederhana yang tidak pernah melupakan kampung halamannya.
Kepercayaan yang diberikan institusi Polri kepada dirinya untuk memimpin Polsek Ampek Nagari menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga. Sebab, putra daerah yang lahir dan tumbuh di lingkungan masyarakat Ampek Nagari itu kini kembali mengabdi di tanah kelahirannya sendiri.
Bagi masyarakat, IPTU Muhammad Basir bukan hanya seorang perwira polisi. Ia adalah representasi anak nagari yang berhasil meniti karier melalui kerja keras, disiplin, dan ketulusan, namun tetap rendah hati serta dekat dengan masyarakat kecil.
Hal itu terlihat saat dirinya turun langsung menemui pedagang sawit di Jorong Bawan Tuo, Nagari Bawan, Senin (18/5/2026). Dengan cara yang humanis dan penuh kekeluargaan, ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam transaksi jual beli buah kelapa sawit guna mencegah maraknya pencurian hasil perkebunan warga.
Namun bagi masyarakat, yang paling berkesan bukan sekadar imbauan yang disampaikan, melainkan cara IPTU Muhammad Basir hadir di tengah warga tanpa sekat jabatan.
Ia memilih mendengar langsung keresahan petani, berdialog dengan masyarakat, dan memberikan edukasi dengan pendekatan persuasif.
“Beliau tetap seperti dulu, ramah dan dekat dengan masyarakat. Walaupun sekarang sudah jadi Kapolsek, beliau tidak pernah menjaga jarak dengan warga, ” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.
Sebagai putra daerah, IPTU Muhammad Basir dinilai memahami betul kehidupan masyarakat Ampek Nagari. Kedekatan emosional itulah yang membuat kehadirannya diterima dengan hangat oleh warga.
Ia juga menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda di kampung halaman. Banyak warga melihat perjalanan kariernya sebagai bukti bahwa anak daerah juga mampu meraih keberhasilan dan kembali mengabdi untuk masyarakatnya sendiri.
Dalam setiap kesempatan, IPTU Muhammad Basir kerap mengajak generasi muda agar terus belajar, menjaga nama baik daerah, dan tidak melupakan akar budaya serta kampung halaman.
Menurutnya, jabatan bukanlah tentang kebanggaan pribadi, melainkan amanah untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kalau kita berasal dari kampung ini, maka sudah seharusnya kita ikut menjaga dan membangun kampung ini bersama-sama, ” ujarnya.
Ketulusan dan kepeduliannya dalam melayani masyarakat membuat IPTU Muhammad Basir tidak hanya dihormati sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga dibanggakan sebagai putra terbaik Ampek Nagari yang memilih mengabdi dengan hati.
(Berry)

Dina Syafitri