Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr.Ap memberikan pengarahan penting mengenai kompetensi komunikasi kepada puluhan personel Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polda Sumbar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Program Polri Belajar yang saat ini difokuskan kepada personel Polwan yang diselenggarakan oleh Biro SDM Polda Sumbar bertempat di Mapolda Sumbar, Kamis (10/9/2026).
Dalam arahannya, Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan apresiasi atas kelancaran dan antusiasme para peserta selama mengikuti program pelatihan public speaking and personality development yang digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Polisi Wanita ke-78.
Kabid Humas menegaskan bahwa kemampuan komunikasi yang efektif dewasa ini bukan sekadar sarana pelengkap, melainkan telah bertransformasi menjadi sebuah senjata utama dalam menjalankan tugas kepolisian di era modern.
“Dulu mungkin kita mengenal senjata Polri itu identik dengan pistol. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan dinamika sosial, komunikasi yang humanis dan profesional adalah senjata terbaik kita di lapangan, ” ujar Kombes Pol Susmelawati di hadapan para peserta pelatihan.
Lebih lanjut, ia mencontohkan bagaimana pendekatan komunikasi persuasif berbasis psikologi seperti teknik matching, mirroring, pacing, dan leading sangat membantu personel Polwan saat menghadapi massa pendemo agar situasi tetap terkendali, sejuk, dan kondusif tanpa harus mengedepankan tindakan represif.
Selain penanganan massa di dunia nyata, Kabid Humas Polda Sumbar juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap perubahan pola komunikasi di era digital. Menurutnya, anggota Polri harus bergerak cepat (gercep), presisi, dan proaktif dalam menyikapi arus informasi di ruang siber, termasuk menangkal potensi disinformasi dan berita bohong (hoaks) secara sigap agar institusi Polri senantiasa menjadi sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.
“Setiap anggota Polri adalah representasi atau wajah dari institusi yang kita cintai. Oleh karena itu, bijak dalam bermedia sosial, menjaga etika, serta menjauhi pelanggaran aturan ber-medsos seperti larangan menggunakan pakaian dinas untuk konten yang tidak sesuai menjadi keharusan demi menjaga integritas dan kepercayaan publik, ” tegasnya.
Menutup arahannya, Kombes Pol Susmelawati berharap seluruh materi teori maupun praktik yang telah diperoleh para peserta dari narasumber profesional, termasuk Ibu Linda Nurlistari, S.E., dapat segera diimplementasikan secara nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan kodrat alami Polwan yang lekat dengan karakter humanis, ramah, dan penuh empati, ia optimis Polwan Polda Sumbar mampu menjadi komunikator publik yang positif serta semakin dicintai oleh masyarakat.(*)

Dina Syafitri