Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Birugo Bekali Warga Ilmu Fardu Kifayah

    Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Birugo Bekali Warga Ilmu Fardu Kifayah
    Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah di Birugo Bekali Warga Ilmu Fardu Kifayah

    Bukittinggi – Pemerintah Kelurahan Birugo menggelar praktik pelatihan penyelenggaraan jenazah di Aula Kantor Lurah Birugo, Minggu (12/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan kewajiban fardu kifayah, mulai dari menghadapi sakaratul maut hingga proses penguburan jenazah.

    Pelatihan dihadiri Inyiak Tuangku Sutan, Inyiak Datuak Majo Nan Sati, Ketua LPM, Bhabinkamtibmas, pengurus masjid, para Ketua RW dan RT, serta Ketua dan anggota dasawisma se-Kelurahan Birugo. Para peserta mengikuti teori sekaligus praktik tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai syariat Islam.

    Dalam sambutannya, Inyiak Tuangku Sutan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, gagasan mengadakan pelatihan penyelenggaraan jenazah merupakan sebuah ide yang sangat berharga karena menyangkut kebutuhan masyarakat.

    "Kehadiran kita hari ini saja sudah menjadi suatu ibadah. Mengurus jenazah hukumnya fardu kifayah. Apabila sudah ada yang mewakili untuk memandikan jenazah, maka gugurlah kewajiban yang lain. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat dipraktikkan, minimal untuk keluarga sendiri dan lingkungan sekitar, " ujarnya.

    Ia juga berharap peserta dapat terus mendapatkan bimbingan dari para guru agar mampu memahami setiap tahapan penyelenggaraan jenazah dengan baik. Menurutnya, ilmu tersebut sangat dibutuhkan karena sewaktu-waktu dapat terjadi musibah di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

    Sementara itu, Inyiak Datuak Majo Nan Sati mengatakan saat ini masyarakat masih mengalami kesulitan mencari orang yang mampu memandikan jenazah ketika ada warga yang meninggal dunia. Karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan tersebut.

    "Ada tiga hal yang harus dijaga saat memandikan jenazah, yaitu jangan menggosok tubuh jenazah terlalu keras, tidak membuka aurat, dan tidak membuka aib jenazah. Jika ketiga hal ini dijaga, insya Allah akan mendapat pahala yang besar dari Allah SWT, " katanya.

    Ia juga mengingatkan pentingnya membimbing orang yang sedang sakaratul maut dengan talqin kalimat Laa ilaha illallah serta memperbanyak bacaan Surah Yasin secara bergantian. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai tata cara mengafani jenazah, termasuk perbedaan jumlah kain kafan bagi jenazah laki-laki dan perempuan, serta tahapan memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah.

    Lurah Birugo, Saiful, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melaksanakan kewajiban keagamaan di lingkungan masing-masing.

    "Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat Kelurahan Birugo memiliki bekal ilmu yang cukup untuk membantu penyelenggaraan jenazah di lingkungannya. Dengan demikian, ketika ada warga yang meninggal dunia, tidak lagi bergantung kepada orang dari luar. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi amal ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat, " ujar Saiful.

    Pelatihan berlangsung dengan antusias. Peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung penyelenggaraan jenazah sehingga diharapkan mampu menerapkannya sesuai tuntunan syariat Islam ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.(**)

    bukittinggi sumatera barat
    Linda Sari

    Linda Sari

    Artikel Sebelumnya

    Konser Akbar Anak Nagari Kurai Guncang Bukittinggi,...

    Artikel Berikutnya

    Dokumen Wakaf Hilang? Menteri ATR/BPN Tegaskan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pemkab Solok Launching SPKPD, Kinerja Pembangunan Kini Dipantau Lebih Terukur
    Solok Go International Buka Jalan ke China-Taiwan, Wali Kota Solok Lepas Tiga Mahasiswa
    Bukittinggi Ulurkan Tangan untuk NTT: Donasi dan BKK Siap Bantu Korban Gempa
    BPJS Kesehatan Perkuat Layanan Jantung JKN, Kasus Cath Lab Tembus 138 Ribu
    BPJS Kesehatan Minta Anggaran Rp20 Triliun Segera Cair, Tekan Cashflow Gap JKN

    Ikuti Kami