Padang – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., mengapresiasi keberhasilan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat dalam mengungkap peredaran narkotika dengan barang bukti sekitar 8, 9 kilogram sabu dan 60 kilogram ganja. Menurutnya, keberhasilan tersebut telah menyelamatkan puluhan ribu generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Pernyataan itu disampaikan Toton Rasyid di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Ketua LKAAM Sumatera Barat, saat digelarnya konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika di Mapolda Sumbar, Jumat (17/7/26).
"Dari yang disampaikan Bapak Kapolda, barang bukti yang berhasil diamankan sekitar 8, 9 kilogram sabu dan 60 kilogram ganja. Berdasarkan perhitungan kami, pengungkapan tersebut telah menyelamatkan sekitar 40.000 generasi muda dari potensi penyalahgunaan narkoba. Ini merupakan upaya yang luar biasa. Terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Kapolda beserta jajaran, " ujar Toton.
Meski demikian, Toton mengingatkan bahwa tantangan pemberantasan narkoba di Sumatera Barat masih sangat besar. Berdasarkan hasil Survei Prevalensi Narkoba tahun 2019, terdapat sekitar 65.000 jiwa di Sumatera Barat yang telah terpapar penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, proses pemulihan para penyalahguna narkoba memerlukan waktu yang panjang karena keterbatasan kapasitas layanan rehabilitasi yang tersedia.
"Jika seluruh 65.000 orang tersebut harus menjalani rehabilitasi, sementara kemampuan seluruh fasilitas rehabilitasi di Sumatera Barat baik Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), BNN, rumah sakit, maupun puskesmas hanya mampu menangani sekitar 500 orang per tahun, maka secara perhitungan dibutuhkan sekitar 130 tahun untuk memulihkan seluruhnya. Ini menjadi gambaran betapa besarnya tantangan yang kita hadapi, " katanya.
Karena itu, Toton menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama, sejalan dengan penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian.
Ia menyampaikan bahwa BNNP Sumatera Barat akan terus memperkuat sinergi dengan Polda Sumatera Barat melalui berbagai program pencegahan, seperti Nagari Bersinar (Bersih Narkoba), Desa Bersinar, Kampus Bersinar, dan Sekolah Bersinar.
"BNNP Sumatera Barat akan terus bersinergi dengan Polda Sumatera Barat dalam memperkuat program-program pencegahan. Pencegahan sama pentingnya dengan penindakan. Tujuan kita adalah memastikan masyarakat Sumatera Barat yang jumlahnya sekitar 5, 9 juta jiwa tidak bertambah menjadi bagian dari angka 65.000 penyalahguna narkoba, " tegas Toton.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, karena keberhasilan pencegahan tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum semata.
"Semua komponen masyarakat harus bergerak bersama. Pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, keluarga, hingga masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk melindungi generasi muda dari bahaya narkoba. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan Sumatera Barat yang bersih dari narkoba, " pungkas Toton Rasyid.

Dina Syafitri